Menu
RSS
Muhri Fauzi Hafiz Ingatkan Direksi Bank Sumut Berhati-Hati Melakukan Write Off

Muhri Fauzi Hafiz Ingatkan Dir…

Sumutdaily.Com|Medan. Rencana PT. Bank S...

Personil BNN Tanjung Balai Kongkalikong Lepas Bandar Narkoba

Personil BNN Tanjung Balai Kon…

Sumutdaily.com,Asahan : Citra Badan Nark...

Polres Asahan Musnahkan 10 Ton Bawang

Polres Asahan Musnahkan 10 Ton…

Sumutdaily.com,Asahan : Kepolisian Resor...

Kapolres Asahan Terima Kado Terindah di Akhir Jabatannya

Kapolres Asahan Terima Kado Te…

Sumutdaily.com,Asahan : Satuan reserse k...

Jual Tanah Dan Rumah Untuk Syiar Agama Islam

Jual Tanah Dan Rumah Untuk Syi…

Sumutdaily | Medan ~ Untuk mengembangkan...

Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun, Seorang Bapak  Diciduk  Polisi

Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahu…

Sumutdaily.com,Asahan : Syamsul Bahri, P...

Muslim Simbolon MA menjadi rival terberat incumbent

Muslim Simbolon MA menjadi riv…

Sumutdaily.com,Asahan : Maju sebagai kan...

Memahami Demokrasi

Memahami Demokrasi

Sumutdaily | Medan ~ Berbi...

Dugaan Mark Up Pembangunan Masjid Agung Kisaran , APC Minta Kejatisu Segera Periksa Taufan Gama

Dugaan Mark Up Pembangunan Mas…

Sumutdaily.com,Asahan : Setelah sebelumn...

Terkait Dugaan Mark-Up Pembangunan Masjid Agung, Kejatisu Periksa Ketua DPRD Asahan

Terkait Dugaan Mark-Up Pembang…

Sumutdaily.com,Asahan : Ketua DPRD Asaha...

Prev Next

Dibilang Kurang Berkas, Pemred Metro 24 Jam Tak Terima

rahmad metro 24 jam saat mendaftar di KPU SumutSumutdaily.ComIMedan. Enam orang bakal calon anggota legisltaif (bacaleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara (Sumut) terancam gugur, dalam tahap pencalonan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut.

Itu disebabkan, sampai sejauh ini, berkas dari keenam bacaleg tersebut tidak kunjung lengkap, meskipun masa perbaikan berkas telah berakhir pada 14 Mei 2013 lalu.

Keenam bacaleg tersebut antara lain, Badikenita br Sitepu, Binrot Rajagukguk,
Rahmat Hidayat, Syamsul Anwar, Edison Sianturi dan Mukhlis.

"Berkas dukungan mereka belum mencapai 5 ribu sesuai persyaratan yang diatur
dalam undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang pemilu," kata Ketua KPU Sumut, Surya Perdana, Kamis (16/5).

Ditambahkannya, para bacaleg DPD itu masih memiliki waktu untuk menyerahkan dukungan tambahan. Namun, berkas dukungan tambahan itu tidak boleh diperbaiki kembali meskipun nanti setelah KPU melakukan pemeriksaan.

"Jadi berkas tambahan itu nanti kita periksa apakah ada yang tidak memenuhi syarat seperti KTP yang sudah mati, ganda dan sebagainya, hasil setelah pemeriksaan kita tambahkan dengan jumlah dukungan mereka yang sudah ada, kalau tidak memenuhi juga maka ia akan tetap tidak memenuhi syarat," ujarnya.

Kini, KPU Sumut menurut Surya Perdana, sudah memasuki tahap pemeriksaan terhadap berkas perbaikan yang dikembalikan masing-masing bacaleg DPD.

Pemeriksaan tersebu akan berlangsung hingga 22 Mei 2013 mendatang.
Data yang diperoleh menyebutkan keenam bacaleg DPD itu memiliki dukungan dibawah 5 ribu.

Badikenita hanya memiliki dukungan 3.803 berkas dukungan,
Binrot Rajagukuk 4.168 berkas dukungan, Rahmat Hidayat 4.388 berkas dukungan, Syamsul Anwar 4.192 berkas dukungan, Edison Sianturi 2.480 berkas dukungan dan Mukhlis 4.968 berkas dukungan.

Sementara itu, bacaleg DPD Sumut yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Metro 24 Jam, Rahmat Hidayat mengaku, sudah mengirimkan sebanyak 3.055 Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebagai syarat untuk melengkapi kekurangan berkas dukungan yang diminta KPU.

Pengakuan ini disampaikan Rahmat Hidayat, terkait pernyataan KPU Sumut yang menyebutkan ada enam bakal calon DPD Sumut yang terancam gugur, karena 
kekurangan berkas dukungan.

Mengenai berkas Rahmat Hidayat, Ketua KPU Sumut, Surya Perdana menyatakan,
berkas dukungan Rahmat Hidayat masih berjumlah 4.388 atau kurang dari syarat yang ditentukan sebagai calon DPD, yaitu 5.000 dukungan.

Akan tetapi, menurut Rahmat, data yang disampaikan Ketua KPU Sumut itu merupakan data awal pada saat dia mendaftarkan berkas pencalonan ke KPU
Sumut.

"Saya sudah menambahkan data dukungan sebanyak 3.055 berkas pada tanggal 14
Mei, pukul 15.45 WIB. Dan sudah diterima staf KPU Sumut bagian hukum bernama
Dedek," ujar Rahmat. 

Sebab itu, dia mempertanyakan alasan KPU Sumut yang menyatakan berkas
dukungannya masih kurang. "Saya akan mempertanyakan langsung ke Ketua KPU, bagaimana pola koordinasi mereka," sebutnya.(
aw/mb)